Kampar (frasametafora.com) – Nasib stanum dari tahun ke tahun tidak ada perubahan yang signifikan. Berbagai alasan dilontarkan oleh pihak-pihak yang memiliki wewenang, khususnya para pemimpin yang memegang kekuasaan di PT. Aneka Karya. Alasan yang paling klasik adalah soal pendanaan.
Namun kini alasan tersebut, telah dipatahkan oleh dana Participacing Interest (PI) yang didapat dari blok rokan. Dana tersebut masuk pada bulan Desember 2023 sebesar 162 miliyar rupiah, walaupun dana tersebut akan masuk ke dalam kas daerah menjadi PAD sebesar 120 miliyar rupiah. Namun, dengan sisa dana yang besar diharapkan PT. Aneka Karya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kampar.
Hingga saat ini, masyarakat belum dapat melihat peningkatan kualitas pelayanan serta fasilitas yang diberikan oleh PT. Aneka Karya. Salah satu yang peling mencolok ialah destinasi wisata yang bernama ‘stanum’. Dengan anggaran yang sangat besar, stanum belum mampu menjadi representatif dunia wisata di Kabupaten Kampar. Seharusnya Stanum merupakan ikon wisata Kampar, karena destinasi wisata ini merupakan yang paling tua di Kabupaten Kampar serta telah memiliki nama yang cukup besar di Provinsi Riau. Akan tetapi, itu hanyalah harapan semua untuk kita semua. Karena pada faktanya stanum tak kunjung membaik dari segi fasilitas maupun pelayanan.

Salah satu yang menjadi atensi masyarakat ialah pelayanan. Ada beberapa masyarakat yang mengeluhkan pelayanan stanum cukup buruk. Seperti contoh masyarakat yang ingin mengunjungi kolam renang pada pagi hari tidak bisa masuk kedalam area kolam yang disebabkan oleh, tidak adanya petugas.
Jika pada pukul 08.30 area kolam masih tertutup pada hari libur, bagaimana bisa stanum mampu menjadi tempat destinasi wisata yang akan didambakan masyarakat.
Budaya seperti ini harus dihapuskan, untuk mendukung pengembangan stanum itu sendiri. Selain itu, core Business PT. Aneka Karya harus jelas, agar arah pembangunan serta pemanfaatan anggaran yang tersedia dapat optimal.









