Kampar (Frasametafora.com.) _ Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Kampar, H. Ahmad Yuzar S.Sos.,MT. dan Dr. Hj. Misharti S.Ag.,M.Si. kini mulai dipertanyakan kinerjanya, karena menurut persentase realisasi Visi yang dirancang masih sangat rendah. _ kalimat yang sangat estetik disampaikan kepada masyarakat, kini hanyalah sebuah mimpi yang diharapkan masyarakat akan terwujud ketika mereka bangun dari tidurnya.
“Mewujudkan Kabupaten Kampar Yang Maju, Agamis, Berbudaya, Berdaya Saing, Dan Sejahtera Tahun 2030”. Begitulah keindahan frasa yang dihadirkan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kampar saat kampanye pada tahun 2024 yang lalu. _ Jika diperhatikan satu persatu Visi yang disampaikan, hingga saat ini belum terlihat manifestasinya.
Dari segi pembangunan pun, sangat memprihatinkan. Semakin hari progres pembangunan di Kabupaten Kampar bukannya semakin meningkat malah semakin lamban progres realisasinya. Harus kah Bupati melakukan pergantian pejabat hingga beberapa kali untuk menunjang percepatan pembangunan di Kabupaten Kampar?.

Bupati Kampar mengharapkan integritas tinggi dari para pejabat-pejabat yang ada di Kabupaten Kampar. Akan tetapi, Bupati beserta wakil Bupati Kampar kurang selektif dalam mengangkat pejabatnya. _ masyarakat mengharapkan pejabat yang diangkat oleh Kepala Daerah bukan pejabat yang ingin memperkaya diri sendiri.
Jika dilihat secara seksama, bapak H. Ahmad Yuzar S.Sos.,MT. memiliki niat baik untuk memajukan Kabupaten Kampar, akan tetapi para pembantu-pembantunya (pejabat instansi) yang tidak sejalan dengan niat Bupati tersebut. _ untuk itu, Bupati Kabupaten Kampar harus berhati-hati dengan pejabat yang hanya manis dimuka, namun sebenarnya mereka punya misi tersendiri dalam memuluskan kepentingan pribadi mereka.
Ditambah lagi adanya dugaan pungli program rumah layak huni dan bedah rumah di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang beredar di media masa saat ini. _ dugaan ini diperkuat dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Bupati Kampar Ahmad Yuzar memberikan teguran kepada Hanif saat memimpin apel pagi di Dinas PUPR Kabupaten Kampar pada Senin (13/7/2026).
Bupati Kabupaten Kampar harus sadar. Bahwa setiap kesalahan dalam menentukan pejabat yang akan bertanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan, akan mempengaruhi program kerjanya, dan program kerja yang tidak berjalan secara optimal, akan menurunkan prestasi bahkan mempengaruhi “trust” masyarakat terhadap Bupati itu sendiri.
*Narasumber: Affianto – ketua Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (P3AD) Kabupaten Kampar.
°Bangkinang, 16 Juli 2026








