Pergerakan Anak Kemenakan Persukuan Mandeliong Di Mata Aktivis Olahraga Kampar ‘Nur Adlin’

Kampar (frasametafora.com) – Pergerakan anak kemenakan persukuan mandeliong yang terlihat konsisten untuk memperkuat silaturrahmi sesama anak kemenakan persukuan mandeliong telah menjadi sorotan bagi beberapa pihak. Salah satunya oleh anak kemenakan persukuan melayu tuk tuo yakni Nur Adlin yang juga sebagai salah satu pegiat olahraga di Kabupaten Kampar.

Kami awak media berusaha untuk meminta keterangan secara langsung atas komentar Nur Adlin pada media sosialnya yang menyatakan,
“Saya mendukung penuh dengan pergerakan anak kemenakan persukuan mandeliong,” tuturnya.

Dalam suatu kesempatan, frasametafora.com menyambangi Nur Adlin di kantor KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) yang menjadi kantor utamanya dalam menyerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Kampar.

“Ini merupakan momen yang tepat untuk menjadikan renungan bagi suku-suku yang ada di Kabupaten Kampar. Agar bisa bersatu demi kemajuan negeri yang kita cintai ini. Selain itu, ini adalah upaya untuk menyatukan kembali yang teserak-serak (tercerai berai) agar kembali bersatu menjadi kesatuan yang utuh,” tutur pria yang biasa disapa bang Olin.

Selain itu, bang Olin mengakui pengorbanan persukuan mandeliong sangatlah besar, contohnya sebagian besar yang yang digunakan PEMDA (Pemerintah Daerah) Kabupaten Kampar adalah hibah dari persukuan mandeliong. Pada kesempatan ini juga, Nur adlin juga memberikan masukan kepada seluruh anak kemanakan persukuan mandeliong dengan pernyataan yang disampaikannya. “Dengan adanya persatuan seperti ini, diharapkan dapat menjaga cultur budaya kita yang mulai terkikis akibat perkembangan zaman. Dan juga diharapkan fungsi dari persukuan mandeliong dapat menjadi payung bagi kemajuan negeri ini. Persukuan mandeliong berperan sangat penting bagi negeri ini, seperti yang dikatakan oleh orang-orang tua kita dahulu, tidak dapat dipungkiri bahwa bangkinang kota ini dapat terwujud dikarenakan oleh pengorbanan anak kemanakan persukuan mandeliong yang merelakan hak atas tanah mereka untuk dikelola bahkan dihibahkan kepada pemerintah daerah. Namun pada kesempatan kali ini, saya menegaskan agar kelompok ini jangan menjadi kelompok eksklusif yang malah menimbulkan perpecahan bagi seluruh persukuan yang ada di kabupaten Kampar maupun mandeliong itu sendiri,” terangnya.

Ketika frasametafora.com menanyakan bagaimana dengan persukuan lainnya, karena kita semua pasti tahu, di Kabupaten Kampar bukan hanya ada suku mandeliong. Jadi, untuk memajukan negeri serambi mekkah ini tidak cukup oleh pergerakan yang dibuat oleh persukuan mandeliong saja. Bang Olin langsung menjawab dengan lugas, “Memang benar, untuk memajukan Kabupaten Kampar bukan hanya tugas persukuan mandeliong, melainkan tugas seluruh suku asli Ocu dan setiap persukuan harus bekerjasama dan saling bahu-membahu dalam upaya memajukan negeri ini. Mudah-mudahan, dengan pergerakan yang dibuat oleh persukuan mandeliong saat ini dapat menjadi stimulan bagi persukuan ocu lainnya untuk segera melakukan hal yang sama. Walau sebenarnya persukuan Melayu tuk tuo juga telah berusaha menjalin silaturrahmi serta melakukan penelusuran untuk mengumpulkan semua anak kemenakan persukuan Melayu tuk tuo, akan tetapi pergerakan kongkritnya belum juga terlaksana (ibarat bermain sepak bola, suku Melayu tuk tuo telah meletakkan bola untuk melakukan tendangan bebas, namun eksekusi belum juga dilakukan),” tutur Nur Adlin tepat sebelum dirinya meminta izin kepada kami kepada awak media untuk melanjutkan kegiatannya dikantor KONI Kabupaten Kampar.

Pos terkait