Claw Wolves (Bagian III)
Akhirnya kamipun keluar dari salah satu sarang mafia provinsi sumnang. Dan langsung menuju salah satu hotel kota dapang. Namun saat ditengah perjalanan zizi memerintahkan ku untuk mengambil putaran balik arah (U-turn). _ aku hanya mengikuti semua perintah zizi, karena sangat jelas dialah pemimpin kami saat ini.
Zizi selalu memantau kaca spion, _ setelah berjalan 500m dari U-turn tadi, zizi berkata “kita diikuti!”.

Aku langsung memantau spion dan kaca tengah. Aku sebenarnya juga sedikit curiga, karena ada 2 mobil jeep yang dari td seperti menjaga jarak dengan kami. Karena jalanan sedikit sunyi pada larut malam, mobil jeep tersebut tidak ingin terlalu dekat dengan kami, agar tidak dicurigai.
Aku bertanya pada zizi ” Apa yang harus kita lakukan?”.
“Ikuti perintah ku”. Balas zizi sambil membuka google map di handphone nya. _ zizi mengarahkan ku ke salah satu hotel. Sesampainya dihotel zizi keluar didepan pintu hotel bersama lia, sedangkan aku diperintahkan mencari tempat parkir. Tetapi, aku harus meletakkan mobil ditempat yang penuh dengan mobil, agar 2 mobil yang mengikuti kami tidak bisa parkir disebelah atau berdekatan dengan mobil kami. Setelah melakukan perintah zizi, aku langsung menuju lobi melalui tangga belakang, _ begitupun dengan orang-orang didalam mobil jeep yang mengikuti kami. Mereka berjumlah kan 4 orang, ditambah dengan yang turun saat didepan pintu masuk hotel berjumlah 2 orang. Total dari mereka semua berjumlah 6 orang.
Sesampainya di lobi zizi langsung memberikan kunci kamarku, kemudian langsung menuju lift. Saat pintu lift terbuka zizi memperlambat langkahnya, hingga kami tertinggal. Sepertinya zizi sengaja untuk menunda (fikirku). Kemudian datanglah pegawai hotel berjumlah 5 orang yang berdiri didepam pintu lift. Zizi pun langsung segera menuju pintu lift tersebut, begitupun aku dan lia. Tak lama kemudian pintu lift terbuka, pegawai hotel tadi masuk ke lift bersama kami. Saat 2 orang dari yang membuntuti kami hendak masuk, mereka ditahan oleh pegawai hotel, salah satu pegawai hotel berkata “maaf tuan, maksimal hanya untuk 8 orang”. Sambil menunjuk tulisan yang tertempel di dinding sebelah pintu lift.
Mendengar perkataan itu, 2 orang tadi pun langsung beralih ke lift sebelahnya. _ akhirnya kami terpisah dengan 2 orang tersebut. _ saat berada di lift, zizi berkata padaku dan lia” Lepaskan baju kalian, cepat!. Tegasnya.
Kemudian 3 orang pegawai hotel, 1 pria dan 2 wanita juga melepas bajunya. Lalu kamipun bertukar pakaian dengan 3 orang pegawai tadi. _ sesampainya di lantai 5, _ zizi memerintahkan aku dan lia untuk memberikan kunci kamar ke 3 orang yang telah bertukar pakaian dengan kami, kemudian mereka keluar dan langsung menuju kamar yang dipesan zizi. Sedangkan kami masih berada di lift bersama 2 orang pegawai hotel lainnya. Setelah itu, zizi langsung menekan tombol lift, untuk menuju lantai 2. Zizi tau orang-orang yang mengikuti kami tadi pasti saling berkomunikasi satu sama lain, dan 4 orang yang berada di lobi akan memberikan informasi sehingga tau dilantai mana kami akan berhenti.
Sesampainya dilantai 2, kami pun keluar, dan 2 orang pegawai hotel yang masih bersama kami, diperintahkan untuk kembali menuju lantai 1. _ zizi memerintahkan mereka saat sampai ke lantai 1, mereka harus menekan tombol lift agar menuju ke awal, yakni lantai dasar. Dan membiarkan lift tersebut berjalan tanpa seorangpun didalamnya.
Dari lantai 2, zizi langsung menuntun kami naik ke lantai 3 menggunakan tangga darurat. Sesampainya dilantai 3, kami langsung memasuki kamar 303. Dan berdiam sejenak didalamnya. _ rasa kagum ku pada zizi tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Aku serasa akan meleleh melihat betapa luar biasanya zizi memainkan permainan ini. Dengan begini orang-orang yang membuntuti kami, tidak akan tau dimana posisi kami saat ini,
20 menit berlalu, handphone zizi berbunyi. Zizi berbicara serta memberi tau posisi kamar kepada orang yang menelfonnya. Tak lama kemudian datanglah 1 pria dan 2 wanita kekamar kami. Mereka membawakan pakaian untuk aku, zizi, dan lia. Zizi pun memerintahkan untuk segera mengganti pakaian. Setelah mengganti pakaian, 3 pegawai hotel yang bertukar pakaian dengan kami tadi pun mendatangi kamar kami. _ 3 pegawai hotel tersebut mengambil kembali pakaian yang dipinjamkannya pada saat berada didalam lift. Sedangkan 3 orang relasi zizi tadi, langsung menggunakan pakaian kami yang dipakai pelayan hotel sebelumnya.
“Bawa mereka pergi dari sini”. Perintah zizi kepada 3 orang tersebut, sambil bertukar kunci mobil.
Sekarang aku mengerti dengan rencana zizi. 3 orang yang dipanggil zizi ke hotel ini, berfungsi sebagai pengalihan, agar 6 orang yang membuntuti kami berfikir 3 orang itu adalah kami. Sebelum meninggalkan kamar, zizi mengeluarkan uang sebesar 8.000.000. Dan memberikannya kepada salah satu pelayan hotel, sambil berkata ” Berikan 3 juta kepada atasan kalian, dan sisanya kalian bagi berlima”.
Ternyata zizi telah mengatur semuanya mulai saat aku memarkirkan mobil. Zizi membuat perundingan dengan kepala pelayan hotel, saat ingin memesan kamar tadi.
Saat berjalan menuju lift, zizi kembali mendapatkan telfon dari 3 orang yang menyamar menjadi kami. Mereka mengatakan telah berhasil membawa para bajingan yang mengikuti kami tadi keluar dari hotel.
Kamipun bergegas pergi ketempat parkir, dan memasuki sebuah mobil fortuner, kemudian pergi dari hotel tersebut. _ tujuan kami selanjutnya, yakni ke sebuah hotel yang berjarak sekitar 3 km dari sini. Sesampainya di hotel zizi langsung memerintahkan kami untuk segera istirahat di kamar masing-masing.
Saat berada di lift, pandanganku tak lepas dari zizi. Aku terus bertanya-tanya didalam hati “siapa zizi sebenarnya?!”.
Bagaimana bisa, dia memiliki koneksi di provinsi ini. Jika diperhatikan dengan baik, mereka bukanlah relasi zizi, melainkan seperti anak buahnya. _ apa mungkin zizi seorang pemimpin mafia?. _ zizi hanyalah anak SMA tingkat akhir sama sepertiku. Jadi, tidak mungkin dia seorang pemimpin mafia. _ aku terus bertanya dan menjawab sendiri hipotesa ku tentang zizi, hingga kami memasuki kamar masing-masing.
°Bangkinang Kota, 09 Januari 2023









