Kampar (frasametafora.com) – Partai Golkar Kabupaten Kampar menjadi sangat hangat dibicarakan semenjak aksi penyegelan kantor yang dilakukan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Kampar.
Polemik yang terjadi saat ini bukanlah sekedar setingan untuk mendongkrak popularitas Partai Golkar ataupun Repol, S.Ag yang rencananya akan maju pada Pilkada Kabupaten Kampar periode 2024-2029. Polemik ini benar-benar terjadi, hingga membuat spekulasi dari berbagai pihak tentang apa yang serang terjadi.
Salah seorang lawyer handal yang dimiliki Kabupaten Kampar yang juga menjadi pengurus Partai Golkar, yakni Zulkifli, SH. memberikan tanggapannya atas kejadian yang sangat memprihatinkan bagi Partai Golkar Kampar saat ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan Niko Ardian selaku ketua AMPG Kabupaten Kampar sangatlah tepat. Karena sebelumnya Niko telah berusaha menyampaikan pendapatnya pada Pleno yang dilaksanakan pada hari Sabtu kemarin. Namun, pada kesempatan tersebut Niko tidak diberikan ruang yang cukup untuk menyatakan pendapat. Oleh karena itu, ketua AMPG Kampar tersebut melakukan aksi nyata dengan melakukan penyegelan kantor Partai Golkar Kabupaten Kampar.
“Menurut saya, kita tidak bisa menyalahkan apa yang dilakukan oleh Niko. Karena yang dilakukannya itu merupakan bentuk ekspresi melawan atas batasan yang diberikan kepadanya. Apalagi yang disegel oleh Niko bukanlah ruangan ketua Golkar, melainkan kantor Partai Golkar. Ini sebagai bentuk cinta sekaligus kerisauannya, karena dia melihat Partai ini sudah membunuh nilai-nilai demokrasi,” tegas lawyer yang loyal kepada partai dan royal kepada anggotanya tersebut.
“Alasan saya masuk ke Partai Golkar setelah lengser dari jabatan sebagai ketua Partai Demokrat Kabupaten Kampar, dikarenakan saya melihat perubahan yang terjadi pada Partai Golkar setelah reformasi. Partai Golkar merupakan partai yang solid serta mampu menjadi simbol demokrasi di era-era awal lahirnya demokrasi di negeri ini. Akan tetapi kecintaan saya terhadap Partai Golkar dirusak oleh oknum-oknum yang merasa memiliki sendiri Partai ini. Sejak kepemimpinan Repol, Partai Golkar Kabupaten Kampar menjadi terkotak-kotak antar sesama kader. Hal seperti ini harus dihentikan demi masa depan Partai Golkar,” kata bang Zul dengan ekspresi yang penuh kekecewaan serta prihatin melihat partai yang dicintainya sekarang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Zulkifli, SH. atau yang akrab disapa bang Zul itu pun menambahkan statemantnya kepada awak media dengan menyampaikan harapannya untuk Partai Golkar Kampar kedepannya.
“Kita sebentar lagi akan menghadapi Pilkada. Jika Repol memang ingin memenangkan pertarungan ini, maka dia harus bisa mengenyampingkan ego kemudian melakukan islah agar seluruh elemen partai dapat bergerak secara optimal,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, bang Zul juga menyampaikan pendapatnya tentang konten video yang dibuat oleh Nur Adlin selaku pengurus Partai Golkar Kabupaten Kampar. Menurutnya konten yang dibuat oleh Nur Adlin kurang tepat, dengan menyatakan Golkar masih solid dari atas kebawah.
“Ingat!. Partai Golkar bukan milik sekelompok orang, melainkan milik kita bersama. Oleh karena itu, setiap kita punya hak untuk bersuara menyampaikan pendapat serta saran demi kemajuan Partai Golkar. Kepada ketua Partai Golkar, cobalah untuk mendengarkan kami, jangan hanya mengikuti hawa nafsu dari para penghasut yang sekarang sedang menjadi racun di tubuh Partai Golkar Kabupaten Kampar,” imbuh bang Zul sambil mengakhiri wawancara hangat bersama awak media pagi ini.









