Kampar (frasametafora.com) – Beberapa hari menjelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak yang akan bergulir diseluruh Indonesia, membuat suasana politik semakin bergairah. Begitu juga dengan Kabupaten Kampar, terasa suhu politik semakin hari semakin memanas. Berbagai macam isu dihembuskan, termasuk isu money politic atau politik uang. Politik uang itu sendiri memiliki arti “Penyelenggara, peserta hingga tim kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu”. Diksi ini tertuang pada Undang-undang nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.
Jika ditelaah lebih dalam, politik uang bukan hanya pemberian uang kepada calon pemilih untuk menentukan pilihannya. Akan tetapi pemberian sembako berupa minyak goreng, ikan sarden ataupun bahan-bahan lainnya juga merupakan tindakan politik uang. Karena didalam pasal diatas jelas berbunyi larangan tentang pemberian/menjanjikan uang atau materi lainnya kepada peserta pemilu.
Secara etika, apapun alasannya. Calon Kepala Daerah tidak dibenarkan memberikan uang ataupun materi dalam bentuk apapun pada saat dirinya resmi menjadi kandidat yang akan bertarung pada Pemilu yang akan berlangsung. Karena dapat dipastikan pemberian sembako atau sembako murah tersebut memiliki tujuan tertentu, yakni untuk membujuk masyarakat agar memilih calon tertentu dan ini juga merupakan bentuk dari korupsi elektoral.

Hangat nya isu tentang politik uang membuat salah satu aktifis muda politik Kabupaten Kampar angkat bicara. Menurutnya “Secara peraturan perundangan di negara kita bahwa money politic itu dilarang, apa lagi secara agama,” kata Rizki melihat sisi lain dari perpolitikan Kampar saat ini.
“Money politic secara tekstual dan pemahaman umum masyarakat memang soal transaksi pertukaran Suara dengan uang. Namun, mari kita lihat lebih luas, Apakah money politic ini hanya soal uang saja? Tentu tidak!!!.
Barang-barang yang sering beredar dikalangan masyarakat diantaranya minyak goreng, gula dan semisalnya juga termasuk money politic.
Jadi kepada seluruh calon kepala daerah di kabupaten Kampar, silahkan gunakan strategi anda untuk mencapai kemenangan yang tentunya bervariasi. Tapi jangan membohongi masyarakat. Apalagi membuat pergerakan seolah-olah menolak money politic. akan tetapi, secara tak langsung melakukannya!. Tegas anak muda yang selalu tampil energik tersebut.
Sebelum mengakhiri wawancara, Rizki memberikan closing statement yang sedikit menggigit. “Ngeri memang money politic, tapi lebih ngeri lagi menyembunyikan kekotoran dengan citra baik dan bersih alias munafik,” Imbuhnya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan kami para awak media.
Pada dasarnya politik uang memanglah buruk, tetapi masyarakat juga harus cerdas melihat setiap hal yang ditampilkan oleh seluruh pasangan calon. Jangan sampai kita memilih pasangan calon yang hanya bermodalkan pencitraan tanpa gagasan untuk menuju Kampar Emas dimasa yang akan datang.









