Tiga hari berlalu sejak kejadian yang membuat heboh satu sekolah. _ saat berjalan dilorong kelas, aku melihat ada perkelahian didepan kelas sebelah. “Sepertinya perkelahian sedang lagi trend disekolah”.Fikirku, sambil terus berjalan masuk. Aku tidak menghiraukan kejadian tersebut dan memilih langsung masuk ke kelas. Seperti biasa aku melihat zizi tengah sibuk dengan aktifitas rutinnya, sebuah buku catatan yang ditulis dengan sebuah pena unik berwarna pink. _ Sejak saat zizi mengatakan padaku kalimat ‘dasar bodoh’ sampai saat ini kami tidak pernah saling menegur dan berbicara. Namun, hari ini, aku ingin melupakan perkataan zizi 3 hari yang lalu.
Sambil duduk aku berkata “maaf ya, kalo beberapa hari yang lalu aku membentakmu” _ aku berbicara tanpa menoleh kearah zizi.
Aku mendengar suara ccckkk… ccckkk… Dari tempat zizi. Hal itu membuat aku akhirnya menoleh kearah zizi. Ternyata benar dia sedang menahan tawa.

“Apa yang lucu?”. Tanyaku.
Sambil berusaha keras menahan tawanya, zizi berkata “kamu”.
Sejenak aku berfikir hingga keningku mengkerut serta sambil menggaruk kepala, akupun berkata “kamu memang sedikit aneh”.
Zizi hanya membalas ucapan ku dengan pandangan mata yang sayu dan alis dinaikkan keatas.
Sebelum guru masuk kedalam kelas, aku memberanikan diri mengajak zizi makan dikantin saat jam istirahat nanti. “Sejak hari pertama aku belum pernah melihatmu keluar kelas saat jam istirahat. Mau gak nanti aku traktir makan dikantin?”. Tanyaku.
” Aku punya uang koq, kamu gak usah sok ingin mentraktir”. Balas zizi.
Dengan perasaan bingung dan sedikit panik aku langsung membalasnya “eh, aku gak bermaksud seperti itu”.
Akupun berbicara didalam hati “apa cara bicaraku tadi salah ya? “.
Setelah pembicaraan itu, kami tidak pernah bicara lagi sampai jam sekolah berakhir.
Aku bertekad ingin memata-matai zizi hari ini. Sebab, sejak pertama masuk sekolah hingga saat ini, dia terus menghilang selepas keluar dari pintu kelas. _ seperti biasa zizi selalu duduk tenang menunggu semua siswa dan siswi keluar dari kelas, bahkan sampai semua kelas disekolah telah kosong. Aku memantau secara diam-diam gerak-gerik zizi sewaktu masih didalam kelas. _ saat dia berdiri dari kursinya, aku pun langsung bergerak cepat keluar, _ aku sengaja keluar lebih dulu agar zizi tidak curiga, namun aku telah mengatur ritme agar jarak kami tidak terlalu jauh.
Setelah berjalan lebih kurang sepuluh langkah dari pintu kelas, perlahan aku menoleh ke belakang, dan melihat zizi sedang berlari sangat cepat ke arah belakang sekolah. Hal ini membuat aku semakin penasaran, tanpa fikir panjang akupun berlari kearah zizi. Setibanya dikelas paling ujung yang ada disekolah, dia berhenti dan menoleh kebelakang, untungnya aku masih sempat untuk bersembunyi di salah satu pintu kelas yang terbuka, sehingga dapat menyembunyikan keberadaanku. _ tak lama kemudian aku mengintip dan melihat. _ suatu aksi yang mengagumkan tersuguh didepan mataku, zizi melompati tembok sekolah dengan cara yang luar biasa. Dari kejadian itu serta membayangkan cara dia menghajar andi beberapa hari yang lalu, aku berpendapat “Zizi bukan wanita biasa pada umumnya. Dia istimewa”
Dengan bermodalkan sedikit ilmu bela diri akupun langsung berusaha melompati tembok sekolah dengan aksi yang aku punya, walau tidak se-keren aksi zizi. _ aku terus mengikuti zizi dengan jarak aman, agar dia tidak mengetahuinya, zizi terus berlari sambil mengenakan jacket hoodie yang dikeluarkannya dari tas setelah melompati pagar sekolah tadi. _ sampailah zizi pada tempat tujuannya, kira-kira lebih dari satu kilo jaraknya dengan sekolah kami. Sambil berjalan santai, zizi mengenakan tutup kepala jaketnya. _ aku bersembunyi di sebelah warung kayu yang terlihat sudah lama tidak berfungsi.
Aku semakin terkejut melihat pemandangan yang mungkin hanya terjadi didalam film, tapi kali ini aku melihatnya di dunia nyata. Ada sebuah mobil ‘Audi A8 L’ Yang seharga 3 Miliyar dan sebuah mobil toyota fortuner didepannya, serta ada tujuh orang pengawal yang mengenakkan pakaian jas berdasi. _ saat zizi datang, salah satu dari mereka langsung membukakan pintu mobil, setelah itu mereka bertujuh langsung memberi hormat dengan menundukkan kepala, sampai zizi memasuki mobil audi mewah tersebut.
Aku hanya bisa tercengang melihat kejadian barusan. Badan ku terasa sedikit bergemetar, sambil bertanya-tanya didalam hati “siapa zizi sebenarnya?! “. _ Hipotesa ku tentang zizi tadi ternyata benar ” Zizi adalah wanita istimewa”.
Setelah kejadian hari itu, aku tidak lagi memiliki mental untuk berbicara dengan zizi. Bahkan selama tiga minggu berlalu, zizi yang selalu menegurku duluan.
Suatu hari saat berada dikelas, aku masih terbayang atas kejadian tiga minggu yang lalu saat memata-matai zizi. Aku masih seperti tidak percaya kenyataan yang kulihat.
‘Tpuk’ selembar kertas yang telah diremas mengenai kepalaku. Secara spontan aku menoleh kearah zizi, dan dia hanya tersenyum manis sembari memberi kode untuk membuka kertas tersebut. _ “kamu pernah ingin menraktirku kan?, rasanya bosan juga setiap hari didalam kelas”. Isi dari surat remuk yang mengenai kepalaku tadi.
Aku menulis dilembar sebelah surat tersebut ” Aku sedang tidak cukup uang untuk mentraktir orang”. _ kemudian aku mengembalikan surat remuk itu kepada zizi.
Dia tertawa lepas setelah membacanya. _ aku senang leluconku berhasil membuat zizi tertawa. Namun tawanya membuat guru biologi yang sedang mengajar saat itu, memarahi zizi dan mengancam “jika sekali lagi ada yang tertawa saat saya mengajar, akan saya hukum berdiri di kelas sampai jam pelajaran selesai”. Bu guru berkata sambil mata melotot.
Satu jam tiga puluh menit berlalu.
Teeeeeet…
Bel istirahat pun berbunyi, sekaligus pertanda berakhir pula mata pelajaran biologi hari ini. _ untuk pertama kalinya zizi keluar dari kelas pada jam istirahat, dan dia keluar bersamaku. _ aku tidak bisa mengerti, mengapa aku sangat senang berjalan beriring bersama zizi. Namun disisi lain perasaan bahagiaku ini diringi oleh perasaan sedih tanpa alasan. Selama perjalanan menuju kantin, seperti ada sosok wanita muda cantik dan lembut yang membayangi didalam fikiranku. Sungguh sosok wanita yang samar dibenakku ini sangat mengganggu psikisku. _ ternyata zizi menyadari ada yang aneh denganku, karena aku terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Sehingga dia bertanya. “Tom, apa kamu sedang punya masalah?”.
Aku hanya membalasnya dengan menggelengkan kepala. _ sesampainya dikantin aku berusaha melayani zizi, karena ini pertama kalinya zizi makan di kantin sekolah. Aku menjelaskan semua menu dan memberikan rating serta mendeskripsikan setiap cita rasa dari menu yang ada. _ setelah melepaskan senyum manis nya kepadaku, zizi berkata. “Aku tidak butuh penjelasanmu tentang semua makanan ini, aku lebih suka jika kita membahas astronomi”.
” Oke, aku akan menjelaskan sedikit yang aku ketahui tentang astronomi kepadamu”. Jawabku sambil menulis pesanan. _ “Oh ya, kamu mau pesan apa?”. Tambahku.
Dengan gaya yang menurutku sedikit eksentrik zizi berkata “tuliskan semua yang kamu pesan untuk dua porsi”.
Inilah yang membuat aku semakin penasaran, terkadang zizi terlihat seperti cewek lugu yang baik hati, terkadang terlihat seperti cewek super cuek, hingga tidak satupun yang dapat menarik perhatiannya, terkadang seperti cewek tomboy yang friendly, namun terkadang terlihat seperti jagoan yang menguasai sekolah ini. _ aku memiliki banyak hipotesa tentang dirinya, dan setiap hipotesaku tidak saling berkorelasi. _ Sambil menikmati pesanan kami bercerita sedikit tentang astronomi.
Aku menjelaskan kepada zizi tentang alam semesta dan bagaimana tata surya kita bekerja selama ini.” Tata surya kita sangatlah luas, jarak bumi dengan matahari saja 150.000.000 Km atau sama dengan 1 SA (Satuan Astronomi). Lalu jarak antara matahari dengan sabuk Kuiper atau tempat pluto berada sejauh 50 SA, yang artinya sama dengan 7,5 miliyar Kilometer. Ini bukan ujung dari tata surya kita, _ ujung dari tata surya kita adalah awan oort yang memiliki jarak sejauh 100.000 SA atau 1,87 TC (Tahun Cahaya), TC merupakan satuan tertinggi Dalam menghitung jarak. _ dan tata surya kita hanya lah 1 dari ratusan miliyar tata surya lainnya yang berada didalam galaxy Bima Sakti (milky way). _ Dalam imajinasi orang pada umumnya, matahari hanya diam dan planet beserta benda-benda sekitarnya yang bergerak mengelilingi matahari sesuai orbitnya. _ namun faktanya matahari itu sendiri berputar mengelilingi galaksi Bima Sakti sesuai orbitnya dengan kecepatan 828.000 km/jam, dan untuk mendapatkan putaran sempurna, matahari membutuhkan waktu sekitar 230 juta tahun. _ para ahli mengatakan luas dari galaxy Bima Sakti adalah 100.000 TC. Dan Bima Sakti bukanlah galaksi terluas yang ada di Local Group Galaxy, didalam Local Group Galaxy masih ada 54 galaksi lain, salah satunya adalah tetangga terdekat kita”.
“Andromeda”. Sahut zizi sebelum aku akan menyebut andromeda kepadanya.
” Kamu ternyata tau soal andromeda”. Sahutku.
“Aku juga tertarik dengan dunia astronomi, tetapi aku tidak banyak mengetahui, seperti yang kamu ketahui, apalagi soal matahari bergerak dengan kecepatan 828.000 km/jm”. Balas zizi.
Kemudian aku memberikan suatu imajinasi kepada zizi. ” Kamu bisa bayangkan betapa luasnya alam semesta ini, dan yang kita bahas tadi belum sampai pada ujung alam semesta. _ dan coba kamu bayangkan bagaimana planet-planet berputar mengelilingi matahari sambil mengejarnya”. Terangku.
Dengan lugas zizi menyatakan “Ternyata alam semesta itu menyeramkan ya”.
Sambil tersenyum aku berkata dengan suara yang pelan ” Iya, sama seperti kamu”.
Ternyata zizi mendengar ucapanku, dan bertanya “apa maksudmu? “.
“Aku akan jawab nanti, sekarang cepat selesaikan makannya, sebentar lagi kita masuk kelas” Alibiku untuk berusaha mengelak.
Setelah selesai menikmati makanan. Zizi bertanya sambil meletakkan gelas yang diteguknya diatas meja. “Tom kamu suka fisika?”.
Zizi mungkin bertanya, karena aku terlihat tidak serius saat pelajaran fisika, pada mata pelajaran pertama sebelum pelajaran biologi tadi. _ “sebenarnya aku suka fisika secara sains, bukan secara exact” Jawabku.
“Maksudnya”. Zizi bertanya dengan raut wajah yang serius.
Aku menjelaskan kepada zizi “sains merupakan paham atau pengetahuan yang benar serta mendalam mengenai alam dan dunia fisik, sedangkan exact merupakan ilmu Pasti. Dan tentunya exact akan lebih banyak bermain pada ranah rumus dan perhitungan”.
Zizi kembali membalas dengan wajah imut dan lucu ” Oo… Jadi itu alasannya kamu terlihat tidak tertarik dengan penjelasan pak guru tadi”.
Aku hanya membalas dengan menggerakkan alis mataku keatas, yang merupakan pertanda (iya).
Satu menit kemudian bel pertanda berakhirnya waktu istirahat berbunyi. Teeeeettt…
Aku langsung membayar tagihan makanan kami, dan bergegas masuk ke kelas bersama zizi. Sepanjang perjalanan menuju kelas aku merasa beberapa murid sedang menggosip tentang kami. _ bahkan beberapa dari teman kelas menggoda aku dan zizi sesampainya dikelas. _ tak terkecuali andi yang bersiul untuk menggoda zizi. Namun andi hanya terdiam saat aku menatap tajam kearahnya. _ aku dan andi dulu pernah bertarung hingga membuat bibir ku pecah namun andi dan kawan-kawannya mengalami memar hampir diseluruh wajahnya saat tahun pertama kami baru masuk sekolah. _ saat itu andi yang sok jagoan suka usil dan bertindak kurang sopan, yang membuat naluri pahlawanku muncul. Awalnya aku bertarung satu lawan satu, namun tiga orang temannya datang membantu yang membuat aku kesulitan. _ tak lama kemudian andra datang membantuku. Dengan kemampuan bela diri yang aku dan andra miliki, kami menghajar andi dan tiga orang temannya.









