“LAKUNA” Edisi III (Sebuah Novel Karya Anak Bangsa Yang Akan Terbit Setiap Jum’at & Selasa)

HIPOTESA    (bagian II)

Hari berlalu, minggu berganti. _ ini pertama kalinya sejak setahun yang lalu aku merasa kembali memiliki fantasi terhadap suatu objek dari sisi lain kehidupan _ rasa bosanku terhadap aktifitas rutin disekolah hancur oleh kehadiran zizi. _ Semenjak hari itu, aku semakin dekat dengan zizi, tak jarang kami makan bersama dikantin pada saat jam istirahat. Tentunya kedekatan ini membuat heboh seluruh sekolah. Tidak dapat dipungkiri zizi terlihat istimewa bagi siswa laki-laki, bahkan dia bisa membuat dirinya langsung terkenal dan sangat menarik perhatian sejak hari pertamanya disekolah. Faktor utamanya adalah karena kecantikan, kemampuan bela diri, dan sikap dinginnya yang membuat zizi itu seperti berlian yang sangat mahal. Tentunya keadaan ini juga berdampak pada Dinda dan Mia. _ setiap bertemu salah satu dari mereka, aku selalu dibuat tidak nyaman, bahkan dinda pernah melemparkan bungkus makanan yang sedang dimakannya tepat didepanku saat berselisih jalan dengannya. _ suatu waktu aku bertemu Mia dilorong tepatnya didepan kelas andra. Saat kami berselisih jalan Mia hanya berlalu tanpa menatapku. _ akupun dengan cepat memegang pergelangan tangan Mia yang berada dibelakangku, Kira-kira jarak kami hanya sekitar 15cm. Kemudian aku menoleh kebelakang, namun Mia hanya tetap diam ditempat nya. _ Tanpa menoleh kebelakang Mia menarik tangannya hingga terlepas dari genggamanku dan kembali berjalan.

Tiba-tiba andra memanggilku “Tom”. Sahut andra dari dalam kelas.

Akupun menoleh dan masuk kedalam kelas andra. _ didalam kelas, kami membahas ujian kenaikan tingkat bela diri taekwondo yang akan berlangsung kurang dari 2 minggu lagi. Batas dari perbincangan kami adalah bunyi bel sekolah yang menandakan jam pelajaran setelah istirahat akan segera dimulai. Dan akupun bergegas kembali ke kelas.

Sesampainya dikelas, aku langsung menghampiri zizi dan berkata “zi, bantu aku untuk jadi sparing partner dong”. _ aku bisa mengetahui zizi memiliki ilmu bela diri taekwondo saat pertama dirinya masuk sekolah, tepatnya saat dia menghajar andi.

Zizi langsung menatapku sambil bertanya “buat apa?.

Aku menjelaskan kepada zizi, bahwa aku tak lama lagi akan mengikuti ujian kenaikan tingkat bela diri taekwondo. Jika lulus aku akan menjadi pemegang sabuk hitam, yang artinya otomatis akan memegang gelar (Dan 1) didunia bela diri taekwondo. Aku berfikir dengan kemampuan bela diri yang dimilikinya akan sangat membantuku, karena jika andra dan reza yang menjadi sparing partner ku, tidak akan menambah eksperience baru, sebab aku telah hafal gerakan mereka berdua, begitupun andra dan reza yang sangat mengerti dengan caraku bertarung. _ mendengar penjelasanku kenapa meminta dirinya untuk menjadi sparing partner, zizi hanya tersenyum dan seperti tidak tertarik.

Tak lama kemudian guru biologi masuk kedalam kelas. _ setelah pelajaran biologi berakhir dilanjutkan ke pelajaran terakhir hari ini, yakni pelajaran sejarah.

Tepat pelajaran baru dimulai, aku mengoceh sendiri sambil membuat tanda silang yang sangat banyak pada setiap lembaran buku panduan belajar sejarah milikku.

Aku sebenarnya menyukai sejarah, namun aku membenci pembahasan tentang manusia purba, sebab monyet bukanlah nenek moyang manusia, bagiku terlalu bodoh jika ada yang mempercayai hal itu. _ bahkan tidak ada teori pasti yang terbukti benar dalam menjelaskan soal revolusi manusia. Ini hanyalah sebuah postulat yang dipaksakan. Dan aku berhipotesa sublimasi tidak berlaku pada bentuk fisik serta akal fikiran manusia. _ revolusi yang dicetuskan oleh Darwin ini jelas bersifat sublimatif, adapun beberapa tahapan dalam revolusi manusia yang dicetuskan oleh Darwin beserta pengikutnya, hanya untuk menutupi agar tidak terkesan terjadinya sublimasi pada revolusi manusia. _ tanpa sadar aku mengalami ‘jouska’ (Jouska adalah kondisi ketika kamu berbicara dengan dirimu sendiri di dalam pikiranmu saat ini). Tiba-tiba zizi memanggilku dengan suara berbisik. Akupun menoleh kearah zizi.

Kemudian zizi kembali berbicara dengan suara berbisik ” Aku akan jadi sparing partner mu, asalkan kamu mau menjelaskan semua hipotesa mu tentang manusia purba”.

Sambil tersenyuman serta memasang raut wajah yang sangat ‘excited’ aku memberikan tanda oke dengan isyarat tangan kepada zizi.

Ternyata zizi lebih fokus mendengarkan ocehanku dari pada penjelasan guru yang berada didepan kelas. _ saat jam pulang sekolah, sebelum melangkahkan kaki keluar pintu kelas, aku menanyakan kepada zizi, tentang tawaran sparing partner yang dijanjikannya. “Jadi kapan dan dimana?”.

Dengan santai zizi menjawab. “Hari sabtu pukul O9.00 pagi. _ saat tiba waktunya, aku akan kirim shareloc”.

Aku hanya menganggukkan kepala sambil berjalan kearah pintu keluar. _ sembari berjalan kearah parkir sepeda motor, aku berfikir ” Apa zizi tidak merasa lelah setiap hari harus melompati pagar belakang sekolah, demi merahasiakan apa yang dia miliki? “.

Beberapa hari berlalu hingga hari sabtu pun tiba. Sambil menunggu (what’sApp) dari zizi aku sempat melakukan beberapa pemanasan. _ 15 menit kemudian handphone ku berbunyi yang menandakan ada pesan masuk, dan pesan itu adalah shareloc yang dikirim zizi. Tentunya aku langsung bergegas menuju lokasi tersebut. Namun selama diperjalanan aku penasaran dengan alamat yang dikirim zizi, sebab dialamat tersebut tepat menandakan pada suatu rumah yang paling mewah di kotaku yang bernama ‘bangkin’, bahkan bisa dikatakan rumah paling mewah se-Kabupaten ‘Camva’.

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 3 Km, aku sampai pada alamat yang dikirim zizi. _ aku memarkirkan sepeda motor CB-R ku tepat didepan pintu gerbang, dan tiba-tiba saja pintu gerbang itu terbuka (ini adalah pintu gerbang otomatis). Dibalik pintu gerbang ada 5 orang penjaga yang menggunakan kostum hitam dan bertuliskan ‘Guard’ pada kostumnya. Kemudian salah seorang dari mereka berkata “silahkan tuan, nona zizi sudah menunggu di Dojang (tempat latihan) yang ada dihalaman belakang”. _ kemudian seseorang meminta kunci sepeda motorku lalu memindahkannya ditempat parkir yang berada di samping kiri pintu gerbang, sedangkan orang yang berkata tadi mengantarkan ku ke Dojang pribadi milik zizi. Sesampainya di depan pintu Dojang, penjaga tadi berkata ” Silahkan masuk tuan”. _ setelah mempersilahkan ku dengan bahasa tubuh yang sangat sopan, penjaga tadi langsung berjalan kembali kearah halaman depan rumah.

Aku pun masuk kedalam Dojang dan melihat zizi dari belakang yang tengah duduk bersimpuh dengan sangat tenang. Aku menyapanya dengan rasa gerogi yang sangat tinggi, karena melihat semua kemewahan yang ada pada rumah ini serta Dojang yang dimiliki zizi 10 kali lebih eksklusif dari Dojang perguruanku. _ zizi menolehkan kepalanya kebelakang, sambil berkata “pasang dobok mu”. Sambil menunjuk pintu ruang ganti. _ setelah aku siap berganti pakaian, aku pun langsung mengambil bantal duduk yang tersedia pada rak sudut kanan bagian depan dojang. _ aku meletakkan bantal tersebut disebelah kanan zizi dan duduk bersimpuh persis seperti yang zizi lakukan.

5 menit berlalu, zizi menarik nafas yang sangat dalam kemudian mengeluarkannya perlahan, setelahnya zizi berkata “ayo kita mulai”. _ akupun melakukan hal yang sama, kemudian menjawab “baik”. _ kami pun berdiri dan mengambil posisi masing-masing, aku sebenarnya masih sedikit gemetar karena kekagumanku atas apa yang dimiliki zizi. _ pertarungan pun dimulai, setela memberikan tanda hormat zizi langsung bergerak selangkah kedepan dan langsung menggunakan teknik ‘narae chagi’, untung saja dengan reflek yang cepat aku dapat menangkisnya. _ zizi tersenyum melihat hal itu. “Jika kamu bisa mengalahkanku, aku akan ceritakan semua tentang diriku dan kenapa aku datang ke kota ini”. Tuturnya sambil memasang kuda-kuda. Aku merasa tertantang dengan tawarannya, akupun bersiap dan sangat berhasrat ingin menyerang. _ setelah saling melakukan gerakan untuk menggertak lawan, tibalah saat nya aku melihat celah untuk melakukan ‘dwi hurigi’. Namun zizi dengan mudah menghindarinya sambil memutarkan badan hingga tepat berada di dekat ku dan kemudian melepaskan ‘yop chagi’ kebagian perutku tepat saat aku mendarat setelah melakukan ‘dwi hurigi. _ aku terpental sekitar 3 meter kebelakang.

Sesuai dengan perkiraanku, zizi seorang yang ahli dalam bela diri taekwondo. Hal yang paling membuatku kagum adalah agility nya yang belum pernah aku temukan pada siapapun selama 5 tahun menekuni bela diri taekwondo.

“Apa kamu menyerah?, tidakkah kamu penasaran kenapa aku pindah kesini, padahal hanya tinggal satu semester masa SMA”. Tantang zizi sambil memberi isyarat dengan menggerakkan tangannya untuk memberitahu (ayo lawan aku). _ mendengar kalimat provokatif dari zizi, aku semakin bertekad kuat untuk mengalahkannya, karena sebenarnya akupun penasaran dengan semua yang diucapkannya.

Selama pertarungan berlangsung aku telah dikalahkan dan jatuh lebih dari 10 kali. _ puncak pertarungan kami saat zizi melepaskan teknik tendangan ‘dwi hurigi’ kepadaku hingga helm pelindung kepalaku terlepas. Kemudian dengan gaya yang sedikit sombong zizi mengatakan “begitu caranya melakukan dwi hurigi”. _ aku tak dapat membalas kesombongannya, karena aku kalah telak dan lagi pula rahangku terasa sangat sakit karena tendangannya yang baru saja menghantam keras ke kepalaku. Akupun berdiri sambil memgang rahang. Hal itu membuat zizi berlari kecil kearahku untuk memastikan aku tidak terluka. _ akupun meyakinkan zizi bahwa aku baik-baik saja, tentunya aku tak ingin terlihat lemah didepan zizi.

Saat aku bersiap ingin pulang, zizi menahanku dan memintaku untuk makan siang bersamanya. Aku berusaha untuk menolak tawaran zizi, tapi zizi tetap memaksa. Sambil melepaskan sabuk, akupun berkata “lihat dobok ku basah dipenuhi keringat, aku merasa tidak nyaman dibuatnya”.

“Aku punya banyak kamar mandi dan handuk yang bisa kamu gunakan dirumah ini, dan kalau perlu aku akan sediakan baju untuk mu”. Balasnya, mematahkan alasanku. _ aku merasa tidak ada alasan lagi untuk menolak tawarannya.

Saat berjalan dari dojang menuju rumah, aku terus saja melihat kesegala arah halaman belakang rumah zizi. Aku nyaris tak percaya zizi mempunyai rumah semewah ini.

 

Pos terkait