Claw Wolves (Bagian V)
H-1 pun tiba. _ Pagi ini, tepatnya pukul 08:05 menit. _ kami bertiga sarapan di restaurant hotel, kemudian zizi memerintahkan lia untuk menghubungi dani, dan memberitahukan di hotel mana kami berada selama ini. Lebih kurang 30 menit kemudian dani datang dan menemui kami yang tengah asik menikmati teh dan kopi. Zizi langsung bertanya pada dani “apa permintaanku telah dipersiapkan?”.
“Aku tidak tau apa alasannya ketua kami bisa percaya padamu”. Jawab dani sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Sambil berdiri, zizi berkata “ayo kita berangkat”.
Seperti biasa zizi berjalan sambil mengenakan tutup kepala jacket hoodienya. Itu telah menjadi ciri khas zizi, dia akan membuka penutup kepalanya saat duduk ataupun berbicara, namun zizi hampir selalu memasang tutup kepalanya, saat hendak pergi atau berjalan.
Setelah menempuh perjalanan 6 km, kami sampai di kediaman ketua basang. Sesampainya didalam, zizi langsung meminta 150 pasukan yang akan dipimpinnya tidak termasuk dani, karena dani akan ada tugas khusus, yakni menjaga serta mengantarkan lia kerumahnya. Sembari mempersiapkan anggotanya, ketua basang bertanya kepada zizi “Bagaimana kamu bisa lepas dari orang-orangku malam itu?”.
“Lain kali anda harus mengirim 1000 orang profesional untuk memata-mataiku. Kita memang sedang bekerja sama, tetapi aku tidak suka dibuntuti. Jika saja mereka bukan orang-orang anda, saya pasti akan menghabisi mereka malam itu”. Balas zizi.
Ternyata, Orang-orang yang memata-matai kami adalah suruhan ketua basang, dan zizi mengetahuinya.
Zizi meminta 150 pasukan yang akan dipimpinnya masuk ke ruang pertemuan milik kelompok basang. _ pemimpin ketua basang menuntun kami memasuki ruangan tersebut.
Sesampainya diruangan, zizi menjelaskan tentang rencananya. Ketua basang terlihat senang mendengar rencana zizi. Karena target zizi adalah menghancurkan kelompok pulsan dengan cara membunuh ketuanya dan menghabisi seluruh anggotanya. Tentunya ketua basang berfikir, jika ini terealisasi, maka dia akan menguasai provinsi sumnang. Ini adalah mimpi yang tak pernah terjadi, karena mereka selalu kalah dari kelompok pulsan serta tunduk terhadap kelompok pulsan.
Pertemuan berakhir setelah zizi menjelaskan semua rencana yang dirancangnya. _ ketua basang mengajak kami makan siang bersama. Setelah makan siang dan berbincang sebentar, zizi meminta kepada ketua basang menyediakan 1 unit mobil untuk operasional kami kembali lagi esok sore. Karena, pertempuran akan dimulai dari rumah ini. Ketua basang memerintahkan salah satu anak buahnya agar dapat menuntun kami ke garasi.
“Pilihlah, mobil mana yang kamu inginkan”. Kata Ketua basang, tepat sebelum kami berdiri.
“Tidak ada satupun dari mobil milik anda yang aku sukai, tapi kami tetap harus memilih satu diantaranya”. Balas zizi kepada Ketua basang.
Semua anggota basang yang berada diruang makan saat itu, menatap tajam kearah zizi. Mereka mungkin beranggapan, zizi terlalu sombong dan seperti merendahkan Ketua mereka.
Sambil tertawa, Ketua basang berkata “kita lihat saja nanti, apa kesombonganmu bisa bertahan bocah”. _ oh iya, satu lagi, aku ingin berterima kasih kepadamu, karena aku belum tentu sempat mengucapkannya nanti”. Tambah sang ketua.
“Tidak usah berterima kasih, aku senang melakukannya, karena aku sangat membenci semua pengedar narkoba, tanpa terkecuali!”. Balas zizi, lalu pergi begitu saja.
Dengan tergesa-gesa anggota yang diperintahkan untuk menuntun kami tadi bergegas menyusul. _ pria tersebut menuntun kami sampai kedalam garasi, zizi langsung memilih mobil ‘ford Ranger raptor X’. _ sambil menunjuk kearah mobil tersebut, zizi bertanya kepada anggota basang yang menuntun kami “bagaimana keadaan bahan bakarnya, aku tidak punya waktu untuk mengisi bahan bakar nantinya”.
“Mobil itu baru saja kami isi bahan bakarnya tadi malam”. Jawab pria yang menuntun kami tadi.
“Kamu sepertinya orang baik, kenapa kamu bisa berada disini?”. Tanya zizi.
Pria itu menjawab “2 tahun yang lalu, aku butuh uang untuk pengobatan ibuku, salah satu temanku memberikan solusi, dengan bergabung di kelompok basang, aku bisa membiayai pengobatan ibuku”. Jawabnya.
“Apa itu berhasil?”. Tanya zizi lagi.
“Saat itu, mereka berjanji akan mengobati ibuku bulan depannya, namun belum sempat diobati, ibuku telah meninggal lebih dulu, aku seperti dibohongi. Akan tetapi, aku tidak bisa keluar dari sini, mereka pasti akan memburu dan menghabisiku, karena aku telah menjadi bagian dari mereka, tentunya banyak rahasia mereka yang aku ketahui, dan sepertinya aku harus bekerja seumur hidup disini, menjadi kurir narkoba sekaligus pelayan”. Jawab pria tersebut, dengan nada putus asa.
Zizi memberikan sebuah gelang kepada pria tersebut, lalu berkata “jika ada yang menyerang kelompok basang malam esok, kamu tunjukkan pada mereka gelang ini”. Kemudian zizi memasuki mobil ford yang dipilihnya. Aku dan lia pun segera masuk kedalam mobil tersebut. Setelah kami bertiga berada didalam mobil, zizi langsung menancap gas dan pergi dari sini.
Didalam mobil, aku bertanya pada zizi “apa maksud pembicaraanmu kepada pria tadi?”.
“Apa kamu fikir, setelah perang ini berakhir kita akan baik-baik saja?”. Balas zizi kepadaku.
Karena aku terlihat sedikit kebingungan, zizi menjelaskan semuanya. Bahwa setelah perang, ketua basang akan menghabisi kami juga. Menurut zizi, itu telah menjadi watak mafia pengedar narkoba. Dan dari pembicaraan setelah makan siang tadi, membuat zizi semakin yakin akan hal itu. Oleh karenanya, sebelum itu terjadi, zizi akan menghabisi mereka lebih dulu.
Dengan rasa penasaran, aku bertanya kepada zizi “bagaimana caranya?”.
“Kamu gak usah khawatir, aku telah mengatur semuanya”. Balas zizi.
Saat ini, aku hanya bisa mempertaruhkan segalanya pada zizi, mungkin termasuk keselamatanku. _ aku sangat berharap, semua yang telah direncanakan zizi bisa berhasil. karena jika tidak, akan membahayakan nyawa kami.
Ditengah perjalanan, zizi memintaku untuk mengendarai mobil. _ kamipun bertukar posisi. Tujuan kami saat ini adalah pelabuhan yang menjadi tempat transaksi narkoba malam esok. _ dengan arahan dari lia, sampailah kami ke pelabuhan yang dimaksud.
Sesampainya dipelabuhan, zizi langsung mempelajari setiap detail area tersebut dan tidak lupa mengambil foto beberapa tempat dipelabuhan. Kami berjalan mengelilingi pelabuhan berulang kali selama 1 jam, sebelum kembali ke hotel.









