Kepsek UPT SDN 005 Langgini Yufrizal Lakukan Mediasi Usai Berita Terkait Gurunya Disebut Lakukan Pemukulan Terhadap Siswa Viral

Kampar (frasametafora.com) – Usai viral berita terkait dugaan pemukulan oleh oknum guru terhadap siswa di UPT SDN 005 Langgini Bangkinang Kota di berbagai media, pihak sekolah pun melakukan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan seperti apa yang di beritakan.
“Dengan ini, kami melakukan klarifikasi bahwa kejadian yang sebenarnya bukan seperti apa yang diberitakan, buk Ade tidak melakukan pemukulan di bagian wajah terhadap siswa kelas 2 atas nama Azka,” ucap Kepala UPT SDN 005 Langgini, Yufrizal Rasyid kepada wartawan frasametafora.com, Rabu (13/9/2023).

Yufrizal mengatakan, kejadian yang sebenarnya bukan pemukulan di bagian wajah siswa, melainkan hukuman terhadap siswa yang tidak membawa tugas yaitu buku penunjang.
“Ada tujuh orang siswa yang tidak membawa buku penunjang tersebut, dan tindakan dari buk Ade selaku guru PJOK kepada siswa itu adalah menyuruh berdiri di depan kelas setelah itu siswa yang bertujuh ini bergelut dan main main ketika guru sedang menerangkan pelajaran. Melihat hal seperti itu guru PJOK ini marah dan memukul bahu tangan siswa menggunakan buku absen, setelah itu siswa yang bernama Azka mengelak hingga buku absen tersebut mengenai pipinya, dan buk Ade sudah mengakui tindakan yang dilakukannya tersebut,” terang Yufrizal.

Pada hari Sabtu (2/9/2023), Yufrizal dihubungi oleh seorang wartawan berinisial AR mengkonfirmasi dan menanyakan tentang kejadian tersebut.
“Apakah bapak tahu bahwa kejadian guru memukul siswa?,” ucap wartawan AR tersebut kepada Yufrizal.

Lalu sontak dijawab oleh Yufrizal, “Saya tidak tahu dan baru ini saya dapat beritanya dan biar saya coba tanya guru yang bersangkutan,” imbuhnya.

Setelah kejadian tersebut, Yufrizal pun melakukan mediasi bersama wali murid dan guru yang bertempat di Aula UPT SDN 005 Langgini.
“Melalui mediasi yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa kejadian tersebut bukan pemukulan di bagian wajah akan tetapi hukuman yang diberikan kepada tujuh orang siswa yang tidak membawa buku penunjang pada saat jam pelajaran PJOK. Lalu disuruh berdiri di depan kelas, setelah itu siswa tersebut bergelut dan main main ketika guru sedang menerangkan pelajaran. Buk Ade pun melakukan tindakan kepada siswa itu dengan memukul bahu tangan siswa menggunakan buku absen, lalu siswa yang bernama Azka mengelak hingga buku absen tersebut mengenai pipinya. Begitu pun dengan pengakuan dari siswa tersebut. Semoga dengan kejadian ini, menjadikan pembelajaran bagi kita bahwa pembinaan karakter perlu kolaborasi yang solid antara pihak sekolah dan wali murid,” jelasnya.

Pada saat mediasi berlangsung, salah seorang wali murid bernama Jumiati mengaku sudah menanyakan hal tersebut kepada anaknya di rumah.
“Saya sudah tanya ke anak saya, kata anak saya tidak semua yang kena hukuman, hanya tujuh orang saja yang disuruh berdiri, dan tidak dipukul,” ungkap wali murid tersebut.

Terkait pipi anak yang terlihat memar, kepada media frasametafora.com, Yufrizal menyebutkan bahwa itu terkena buku absen.
“Pada saat itu buk Ade hendak memukul bahu tangan sang anak, lalu anak itu mengelak dan terkena wajah di bagian pipinya, kita tahu lah kulit wajah anak apalagi kelas 2 bagaimana, tipis,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak sekolah melalui Yufrizal Rasyid mengucapkan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Pada kesempatan ini saya mewakili buk Ade yang kebetulan buk Ade berhalangan hadir karena membawa anaknya berobat ke rumah sakit mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua murid yang diberikan hukuman oleh ibuk Ade, saya berharap kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan saya dan buk Ade sudah dipanggil oleh pihak Dinas Dikpora, menemui pak Admiral dan pak Akmal memberikan keterangan,” ujar Yufrizal kepada wali murid yang diberikan hukuman anaknya oleh buk Ade pada pertemuan mediasi di Aula UPT SDN 005 Langgini, pada Kamis, (7/9/2023) lalu.

Mediasi bersama Wali Murid di Aula UPT SDN 005 Langgini

Setelah pertemuan mediasi tersebut, Yufrizal mengatakan, pihak sekolah rencananya akan melakukan pertemuan yang mempertemukan wali murid, guru dan juga pihak Dinas Dikpora.
“Kita rencananya akan mengadakan pertemuan dengan pihak dinas, guru, dan orang tua murid agar semuanya dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” tutupnya.

Penulis: Ari Dermawan
Editor: Richo Fermando

Pos terkait