Dijadikan Tempat Maksiat, Pemuda Kampar Angkat Bicara

KAMPAR (frasametafora.com) — Kabupaten Kampar dikenal dengan Serambi Makkah-nya Riau kini memiliki persoalan yang sangat serius. Pasalnya beberapa hari yang lalu telah ditemukannya alat kontrasepsi bekas di sekitaran Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang.

Hal tersebut membuat Rezky Firmansyah seorang pemuda kampar yang sekaligus penulis puluhan buku merasa kesal. Pria yang akrab disapa Rezky itu merasa hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus segera diselesaikan. Berhubung dia dan teman-teman lainnya juga sering menggunakan sarana olahraga tersebut di pagi atau sore hari.

Foto Ari Dermawan, Rezky Firmansyah, Zulham Azhar usai joging di Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang

Saat dimintakan pendapat terkait hal tersebut, Rezky menyebutkan bahwa Kampar tidak boleh terhutang nama sebagai Serambi Makkah-nya Riau.
“Jelas ini masalah besar di kota yang dikenal sebagai Serambi Makkah-nya Riau. Kita terhutang nama. Lantas, apa solusinya? Razia rutin memang penting. Jika bisa, sediakan call center. Maka saat ada hal yang mencurigakan, warga bisa segera melapor. Perlu juga agar gerbang stadion ditutup di malam hari. Pikirkan saja, apa yang akan orang lakukan pada malam hari di stadion dan sekitarnya? Selain para pedagang di Jalan Ahmad Yani ya. Jika tidak kemaksiatan, ya kesia-siaan. Jangankan di malam hari. Pada sore hari saja banyak yang nongkrong tidak jelas. Jika tidak mojok, merokok, pamer motor dan knalpot bising yang dianggapnya keren. Itu bisa kita lihat nyaris setiap hari. Bahkan beberapa kali saat joging sore, saya sering melihat anak muda bermesraan di kursi stadion tanpa malu dengan sekitar. Mohon kepada para aparat, tindak hal semacam ini. Kita pun jangan menormalisasi. Ingkari dengan sebisa mungkin,” tegas Rezky.

Penulis: Ari Dermawan
Editor: Richo Fermando

Pos terkait