Kampar (frasametafora.com) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar melakukan pengusulan kebutuhan CPNS tahun 2024 sebanyak 1.634 formasi, dan usulan untuk PPPK sebanyak 6.086 formasi.
Hal tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Drs. Yusri, M.Si., saat memimpin rapat pengusulan kebutuhan ASN Kabupaten Kampar di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar, Selasa (30/1/2024) kemarin.
Yusri memaparkan dana yang diperlukan untuk penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2023 yang lalu lebih kurang sebesar Rp.57 miliar dan itu penuh dengan perjuangan.

Yusri pun menegaskan, walaupun memerlukan dana yang cukup besar. Tetapi ke depan berharap tenaga harian lepas (THL) diharapkan semuanya habis tahun 2024, dan 10 tahun ke depan bisa absen penerimaan.
‘’Segera hitung kemampuan anggaran dan hitung kebutuhan tenaga yang diperlukan. Jangan lupa nantinya usulkan juga untuk CPNS ataupun PPPK terhadap tenaga penyuluh pertanian dan dokter hewan, IT (information technology), serta sarjana perminyakan,’’ jelas Yusri.
“Dalam hal penempatan untuk PPPK jangan sampai menumpuk, mesti berkeadilan, serta dengan perjanjian selama 10 tahun masa kerja tidak boleh pindah dari Kabupaten Kampar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar Syarifuddin menjelaskan, dari usulan tersebut sebelumnya total rekapitulasi pelamar dari tenaga non-ASN sebanyak 6.987 orang dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 791, tenaga guru sebanyak 3.415 dan tenaga teknis sebanyak 2.781 orang.
‘’Dari jumlah pelamar tersebut yang dinyatakan lulus sementara untuk PPPK tahun 2023, berasal dari THL dan umum sebanyak 3.723 dari formasi 4.844, dengan rincian tenaga teknis sebanyak 138, tenaga kesehatan sebanyak 189 dan tenaga guru sebanyak 3.396 orang,’’ jelas Syarifuddin.
“Tenaga non-ASN yang tersisa sebenarnya setelah melakukan lamaran lebih kurang sebanyak 3.342 orang, dengan rincian tenaga guru sebanyak 16 orang, tenaga kesehatan sebanyak 658, tenaga teknis sebanyak 2.667,” tambahnya.
“Sementara untuk pelamar tahun 2023 dari tenaga honor kategori dua (K-2) dari tenaga teknis, kesehatan dan guru sebanyak 548 orang, sementara yang bisa mengikuti seleksi PPPK sebanyak 288 orang dan yang tidak dapat mengikuti sebanyak 260 orang,” tutupnya.









