Koordinasi Pemda Kampar Buahkan Hasil, Dengan Sigap Satpol PP Kampar Relokasi Pengungsi Rohingya ke Imigrasi Pekanbaru

Kampar (frasametafora.com) – Berkat upaya yang dilakukan Pemda Kampar bersama dengan aparat Kepolisian Polres Kampar, akhirnya sore ini pengungsi Rohingya berhasil direlokasi dari ruko lantai dua jalan Datuk Godang, Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar ke Imigrasi Pekanbaru, (25/02/2025).

Kasatpol PP Kabupaten Kampar Arizon, SE bersama dengan Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja membenarkan ratusan pengungsi Rohingya tersebut sudah direlokasi dari ruko lantai dua di Jalan Datuk Godang, Desa Batu Belah Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar ke Imigrasi Pekanbaru Selasa sore.

“Satpol PP Kampar bersama dengan pihak Kepolisian Polres Kampar sore ini merelokasi pengungsi Rohingya ke Imigrasi Pekanbaru,” terang Arizon.

Sementara itu terkait pihak yang telah membawa Rohingya ke Kampar, Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatreskrim AKP Elvin Septian Akbar menyatakan pihaknya masih mendalami hal tersebut.

“Terkait siapa yang membawa pengungsi Rohingya ke Kampar masih dalam penyelidikan. Ada beberapa saksi sudah diperiksa, termasuk seorang saksi pengantar makanan kepada pengungsi Rohingya tersebut,” jelas AKP Elvin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ratusan pengungsi Rohingya ditemukan di ruko lantai dua Jalan Datuk Godang, Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Ahad (23/02/2025).

Mereka diduga diselundupkan dan ditampung di sebuah ruko kosong dua lantai yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan lingkar Kecamatan Bangkinang Kota.

Dari ruko dua lantai ini terlihat perempuan berhijab di lantai dasar. Sedangkan di lantai dua tampak laki-laki pengungsi Rohingya meminta makan dari bahasa isyarat kepada warga yang melihat mereka dari jalan.

Salah seorang pengungsi Rohingnya Zabrullah yang bisa berbahasa Melayu mengaku dari Myanmar. “Saya dari Myanmar dan muslim,” ujar Zabrullah, pada Senin (24/02/2025) lalu.

Ketika ditanya siapa yang membawa sampai di Kampar, Zabrullah tidak menjawab. Informasi di lapangan belum ada pihak penanggung jawab keberadaan mereka. Dikabarkan mereka sudah berada di ruko itu sejak 8 Februari 2025. Sampai saat ini belum jelas dengan apa mereka dibawa ke ruko tersebut.

Pos terkait