~PRINCESS WARRIOR~
Seperti biasa hari ini sama membosankan seperti hari-hari sebelumnya, hingga ada suatu kejadian seorang anak perempuan menghajar anak laki-laki dikelasku.
Pada saat jam pelajaran pertama dimulai dan guru pun masuk kedalam kelas, semua anak bergegas duduk dikursi masing-masing. Namun ada seorang anak perempuan cantik berambut pendek yang hampir menyentuh bahu nya, namun dari cara dia berjalan dan berpakaian dia anak yang tomboy.
Bu guru pun mulai meminta nya untuk memperkenalkan diri. _ Sambil melambaikan tangan kanan, dia berkata.
“Hai… Semuanya. Aku zizi”.
” Ya namaku Tommy”. _ Sahutku.
Atas ulah ku itu seluruh kelas tertawa dan mengakibatkan bu guru marah padaku.
“Tommy berhenti bercanda!”. Kata bu guru dengan nada yang keras.
Seisi kelas pun terdiam, sedangkan zizi melihat kearahku sambil tersenyum dengan menundukkan kepalanya kearah kanan bahunya.
Aku pun tercengang, anak yang tadinya terlihat tomboy, Tiba-tiba terlihat sangat manis dan lucu.
Akupun reflek melihat sekitar. Saat itu aku berpendapat apa yang baru saja membuatku tercengang juga dirasakan oleh semua anak laki-laki dikelas.
Akhirnya perkenalan pun selesai setelah zizi menjelaskan sedikit tentang dirinya.
Namun saat zizi berjalan menuju kursi belakang yang berada disebelahku, karena itu satu-satunya kursi yang tersisa, Tiba-tiba saja andi anak paling nakal dan sok jagoan dikelas mencolek pantat zizi.
Hingga terjadi suatu aksi dimana zizi melakukan gerakan kuncian ketangan andi sehingga andi berteriak kesakitan, kemudian dengan tangan yang masih terkunci zizi memaksa andi untuk berdiri mengikuti irama gerakan zizi, dan tibalah aksi puncak, zizi melakukan tendangan kearah belakang sambil berputar yang tepat mengenai muka andi sehingga membuatnya terjatuh kurang lebih tiga meter dari tempat zizi berdiri.
Dampak dari kejadian tersebut zizi dan andi dibawa ke ruang Bagian Kesiswaan untuk dimintai keterangan dan di proses sesuai aturan sekolah. _ 15 menit berlalu sejak zizi dan andi dibawa ke ruang Bagian Kesiswaan, aku beserta beberapa murid lainnya juga dipanggil untuk memberikan kesaksian atas kejadian menakjubkan yang baru saja terjadi. Setibanya didalam ruang bagian kesiswaan aku melihat kearah andi yang masih menahan rasa sakit walau telah diobati, kemudian aku melihat kearah zizi yang hanya diam dengan tatapan kosong.
Kami pun dimintai keterangan satu persatu, dan kami memberikan kesaksian bahwa andi lah yang memulai masalah ini, karena telah melakukan hal yang tidak etis terhadap zizi.
Singkat cerita zizi dinyatakan tidak bersalah, namun sebelum dipersilahkan kembali kedalam kelas, semua murid yang ada disitu tetap mendapatkan nasehat agar tidak melakukan hal tersebut lagi.
“Jika ada hal-hal yang seperti ini atau yang serupa sebaiknya kalian melaporkan pada guru yang sedang mengajar saat itu, jangan main hakim sendiri. Kalian Mengerti”. Dengan tegas guru bagian kesiswaan mengatakannya kepada kami semua.
” Mata dibalas mata, karena keadilan tidak akan didapatkan dari seorang pengajar”. Gerutuku.
Semua orang menatapku, termasuk zizi dengan tatapan dingin dia menoleh kearahku.
Akhirnya semua kembali kedalam kelas kecuali aku. Aku harus berurusan dengan bagian kesiswaan karena ucapanku tadi.
Aku masih tetap dengan pendapatku bahwa tenaga pengajar hanya bertugas untuk memberikan ilmu pengetahuan dan pemahaman kepada murid-muridnya. Bukanlah memberikan keadilan kepada seluruh muridnya. _ terjadilah perdebatan didalam ruang bagian kesiswaan, dan pastinya murid tidak akan pernah menang dari guru jika berada di lingkungan sekolah. Untunglah aku hanya dihukum berdiri dibawah tiang bendera dan harus mengatakan “aku akan patuh dan taat pada aturan sekolah dan para guru”. _ aku harus melakukannya hingga waktu istirahat tiba.
Kejadian ini semakin membuktikan keadilan tidak akan datang dari seorang pengajar. Bagaimana mungkin aku harus dihukum hanya karena menyatakan pendapat yang tidak mereka sukai, sedangkan pelaku pelecehan seksual bisa bebas dari hukuman hanya karena dia telah dihajar oleh korbannya. Bukankah ini hal bodoh! . Aku berfikir apa mungkin ini akan berlaku sama bagi penegak hukum jika mereka yang mengadili. Karena penegak hukum juga manusia yang berpotensi memandang sesuatu itu relatif.
Terlepas dari itu semua, bagiku hukum dapat ditegakkan, namun keadilan belum tentu dapat diberikan.
Setelah berdiri lebih dari satu jam.
Teeeeet… Bel waktu istirahat pun berbunyi, sekaligus sebagai tanda berakhirnya hukumanku.
Dari pada ke kantin, aku lebih memilih untuk istirahat saja dikelas hari ini. _ saat berjalan menuju kursi, aku sesekali menatap kearah zizi, namun zizi hanya sibuk dengan pena dan buku catatannya. _ sesampainya dikursi, tak lama kemudian dinda dari kelas sebelah datang membawakanku sebotol minuman dingin. Tentunya aku langsung meminumnya. Setelah dahagaku terpuaskan dan merasa sedikit lebih tenang.
“Oh iya, maaf aku belum mengucapkan terimakasih” Kataku kepada dinda yang masih berdiri dihadapanku.
Sambil tersenyum dia berkata “gak apa-apa kok, aku senang kamu menerimanya”.
Dinda selalu memberikan perhatian padaku, tetapi hal itu terkadang membuatku merasa sedikit terganggu. Selain dinda ada satu orang lagi yang bernama mia adik kelas satu tingkat dibawahku yang juga sering memberikan perhatian.
Aku kembali meneguk minuman yang tersisa, sambil diam-diam melihat kearah zizi, aku merasa penasaran kenapa dari tadi dia hanya didalam kelas saat jam istirahat dan hanya sibuk dengan pena serta buku catatannya. _ aku berfikir zizi mungkin sedang menulis diary tentang apa yang terjadi hari ini, tetapi terkadang dia terlihat sedang melukis sesuatu.
“Tommy apa kamu mau sesuatu?, biar aku belikan dikantin” Tanya dinda. _ karena terlalu fokus mencuri-curi pandang ke arah zizi, aku sempat lupa bahwa dinda masih ada dihadapanku.
“Gak usah, terimakasih”. Jawabku.
Aku sedikit kurang nyaman dengan kehadiran dinda, karena saat ini aku hanya ingin menyendiri dan tidak ingin diganggu, namun itu semua kalah dengan rasa penasaranku ingin melihat apa yang sedang ditulis atau dilukis oleh zizi. _ aku berfikir, kenapa dia bisa sedingin itu dan tanpa memperdulikan hal-hal yang ada disekitarnya.
“Maaf, aku ingin ke toilet dulu” Kataku Sambil berdiri, kemudian aku memegang pundak dinda sambil mengatakan “terimakasih ya air mineral nya”. Ini hanyalah alasanku agar dinda bisa keluar dari kelasku.
Beberapa menit kemudian bel tanda istirahat berakhir pun berbunyi. Aku segera kembali kedalam kelas. Namun dalam perjalanan aku mendengar beberapa orang menceritakan zizi karena kejadian tadi pagi. Ternyata hanya hitungan jam zizi menjadi cewek populer disekolah. _ Orang-orang menyebutnya sebagai ‘princes warrior’, alasannya karena dibalik kecantikan yang dimiliki zizi terdapat jiwa petarung yang kuat. _ selama perjalanan menuju kelas, hampir disetiap pembicaraan para murid disekolah menceritakan zizi.
Sesampainya dikelas aku langsung duduk, _ sambil mengeluarkan buku dari tas, aku berkata “selamat kamu menjadi cewek terpopuler dihari pertama mu”. _ zizi langsung mengarahkan pandangannya kearahku, namun tatapannya seperti ingin menghajarku. _ aku berusaha cuek dan menyibukkan diri dengan perlatan sekolah yang ada didalam tas.
Akhirnya zizi pun bertanya ” Apa yang kamu maksud itu aku?”.
“siapa lagi?!, apa ada anak pindahan lain hari ini selain kamu? ” Jawabku.
Setelah menghela nafas, dia menulis sesuatu diselembar kertas kemudian melipatnya dan melemparkan ke mejaku. _ namun aku merasa bingung dengan kalimat yang ditulisnya. _ aku terus berfikir apa hubungan antara pembicaraan kami dengan isi kertas yang bertuliskan “jika kamu masih tidak menyadarinya, mungkin suatu saat aku benar-benar akan menghajarmu”. _ aku menatap zizi dengan tatapan yang serius. Namun zizi kembali sibuk dengan pena dan buku catatannya. _ belum sempat menanyakan maksud tulisannya, bu guru fisika pun masuk kedalam kelas.
Setelah bu guru menjelaskan rumus (jarak, kecepatan, dan waktu). Aku mengangkat tangan, karena ingin bertanya. _ dan bu guru pun mengizinkan ku bertanya. “Bu, bukankah waktu dialam semesta ini berbeda, lalu kenapa para ahli astronomi bisa berasumsi tentang kapan terciptanya suatu planet atau benda angkasa lainnya?”.
Setelah berfikir sekitar 2 sampai 3 menit, bu guru pun menjawab ” Karena mereka menggunakan satuan waktu dibumi”. _ aku langsung membalas “bukan kah memprediksi umur suatu benda langit menggunakan satuan waktu kita dibumi itu aneh bu?, karena benda langit yang kita prediksi telah ada selama miliyaran tahun, bisa saja baru tercipta puluhan tahun yang lalu jika menggunakan satuan waktu mereka sendiri. _ Dan jika mengacu pada pendapat einstein jika 2 orang kembar yang berumur 20 tahun dipisahkan, salah satunya diterbangkan ke luar angkasa dan yang satunya tetap dibumi, kemudian setelah 10 tahun kemudian orang yang berada di angkasa dipulangkan, dia akan menemui saudara kembarnya dibumi lebih tua 10 tahun dari pada dirinya. _ bukankah artinya jika ada perbedaan pergerakan waktu akan berbeda pula umur suatu objek. Dan NASA telah membuktikan teori Einstein ini pada 2 asrronot kembarnya yang bernama scott Kelly dan mark Kelly”.
Sambil menghela nafas bu guru pun berkata “tolong pertanyaannya yang berhubungan dengan yang saya jelaskan td saja, karena apa yang kamu tanyakan sudah terlalu jauh dari materi kita”.
Akupun mengangguk, untuk menghindari amarah bu guru, karena sepertinya dia sedikit terpojok dengan pernyataanku. _ beberapa teman kelas menatap kearahku dengan raut wajah yang penasaran dan seperti sedang berfikir, termasuk zizi.
“Apalagi yang kamu ketahui tentang astronomi dan angkasa luar” Tanya zizi sambil berbisik kepadaku.
“Tidak banyak kok, namun aku bisa menceritakan beberapa hal yang pastinya belum kamu ketahui” Jawabku sambil tersenyum.
Zizi membalasnya dengan menganggukkan kepala sambil memanyunkan bibir. _ ekspresinya itu terlihat manis dan lucu.
Kemudian proses belajar mengajar pun kembali normal seperti biasanya hingga waktu pulang sekolah pun tiba. Aku melihat zizi tidak bergerak sedikitpun seperti kawan-kawan lain yang sibuk mengemas peralatan sekolah dan buru-buru keluar kelas. Akupun memutuskan untuk diam menunggu semua murid keluar kelas. Tujuanku hanya ingin bertanya kepada zizi apa maksud dari tulisan di kertas yang diberikannya padaku tadi. Namun setelah bertanya aku tidak mendapatkan jawaban apa-apa, karena zizi hanya diam tanpa berbicara sepatah kata pun.
“Hey! Apa kamu tidak dengar?” Kataku dengan sedikit membentak.
“Jangan coba-coba sekali lagi membentakku”. Balasnya.
“Kamu fikir, hanya kamu yang bisa bela diri?”. Aku berkata sambil berdiri dan menghampiri zizi.
Zizi membalas sambil menoleh keatas untuk menatapku “Dasar bodoh”. _ kemudian zizi mengambil tas dan menyandangkan ke bahu kanannya yang berlagak seperti jagoan. Sedangkan aku hanya terdiam menatapnya berjalan keluar kelas.
Beberapa menit kemudian dengan perasaan bingung akupun keluar kelas. Sesampainya diluar aku menatap kearah pagar (pintu keluar) sekolah, namun aku tidak melihat nya lagi. “Kemana zizi, mana mungkin dia bisa menghilang begitu saja” Fikirku.
Tiba-tiba andra menepuk pundakku sambil berseru “kamu nyari apa?!”.
“E…. Gak ada” Jawabku yang masih kebingungan.
“Kalo gitu ayo pulang” balas andra.
andra adalah teman dekat yang satu sekolah denganku, _ kami berteman dari sejak berada di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun kami tidak pernah berada dikelas yang sama hingga saat ini, Selain andra, aku memiliki teman dekat yang bernama reza. _ reza adalah temanku sejak kecil, karena kami tinggal dilingkungan/komplek yang sama. _ Kami sering bermain dan kemanapun berdua, _ terkadang bertiga dengan andra. Namun reza berbeda sekolah denganku.









