Claw Wolves (Bagian VI)
Malam yang menegangkan pun tiba. _ 3 jam sebelum aksi dilakukan, zizi mengumpulkan 150 anggota kelompok basang yang telah dipersenjatai. Zizi membagi mereka menjadi 2 unit. _ unit pertama berjumlah kan 100 angota, sedangkan unit kedua berjumlah 50 anggota.
Sebelum berangkat ketua kelompok basang berkata kepada seluruh anggotanya “malam ini kita akan kuasai seluruh wilayah sumnang. Saat kalian kembali, aku akan menjamu kalian dengan pesta termewah yang pernah ada di sumnang malam ini juga!”.

Setelahnya zizi langsung menginstruksikan kepada seluruh pasukan untuk bergerak. Zizi membawa unit kedua kearah pelabuhan. Sedangkan unit pertama menuju markas pulsan.
2 jam sebelum transaksi dilakukan, kami telah tiba dipelabuhan. Zizi mengatur posisi unit kedua, agar dapat efekti melakukan penyerangan dan memenangkan pertempuran.
Zizi membawa pasukan lebih sedikit ke pelabuhan, dikarenakan zizi memiliki rencana melakukan pengalihan. Zizi seolah-olah akan menyerang pelabuhan dan mengambil semua uang dan narkoba disana. Namun faktanya target utama zizi adalah markas kelompok pulsan. Pasukan unit pertama yang berjumlah lebih banyak dari unit kedua, akan menyerang markas pulsan, tepat saat kelompok pulsan mengirim bantuan pasukan ke pelabuhan. _ dengan begitu jumlah anggota pulsan yang tersedia di markas menjadi lebih sedikit. Sehingga memudahkan unit pertama untuk masuk dan menghancurkan kelompok pulsan. _ dan disaat bala bantuan kelompok pulsan datang ke pelabuhan, kami akan segera pergi.
Begitulah rencana zizi. _ menurut zizi ketika ketua kelompok pulsan mati. Maka, seluruh anggotanya jadi tidak terorganisir lagi. Sehingga akan lebih mudah untuk dihancurkan.
Setelah semua persiapan selesai, tak lama kemudian datanglah dani.
“Kak lia, sepertinya jemputanmu sudah datang”. Zizi berkata sambil mengarahkan pandangannya pada mobil yang digunakan dani.
“Aku ingin membantu kalian disini”. Tegas lia.
Zizi tersenyum tipis mendengar perkataan lia. Kemudian berkata “kakak gak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya. _ lagi pula keluarga kakak sepertinya sudah berada di rumah saat ini”.
Aku dan lia sangat terkejut mendengarnya. Dengan nada sedikit kesal, aku berkata pada zizi “zi, kamu jangan kasih harapan palsu gitu pada kak lia. Kasihan dia!”.
Tanpa banyak bicara, zizi segera menghubungi seseorang melalui video call. Dan saat video call itu dijawab, aku dan lia dibuat semakin terkejut. Karena yang menjawab video call tersebut adalah orang tua lia. _ ternyata tanpa kami ketahui zizi telah mengirim relasi yang dimilikinya untuk menyelamatkan keluarga lia.
Tak ingin berlama-lama, zizi mematikan panggilan video call tersebut, dan berkata “aku sudah berjanji akan menyelamatkan keluarga kakak sebelum pertempuran dimulai. Jadi, sekarang pulanglah bersama dani”.
Lia spontan memeluk zizi sambil menangis, dan mengucapkan terimakasih berulang-ulang kali. Zizi bagaikan malaikat penyelamat untuk lia malam ini. _ akupun tak tahan menahan harunya peristiwa ini, sehingga aku meneteskan air mata.
Aku sungguh kagum dan terheran-heran pada zizi. _ pertanyaanku masih sama dan belum terjawab hingga saat ini. “Siapa zizi sebenarnya?!”.
Akhirnya lia pun melepaskan pelukannya dan berjalan kearah dani yang berjarak 50 m dari tempat kami saat ini. _ baru berjalan kira-kira 15 langkah, lia kembali menoleh kebelakang dan berteriak “aku tidak bisa membalas jasa kalian berdua. _ setelah ini, aku akan tunggu kalian dirumah. Aku sangat berharap kalian datang”.
Zizi hanya membalas lia dengan senyuman dan lambaian tangan. Akupun ikut melambaikan tangan kepada lia.
Pertempuran akan segera dimulai. Zizi memerintahkan ku untuk memindahkan mobil kearah keluar pelabuhan. _ tanpa banyak tanya, aku melaksanakannya. Kemudian zizi mengajakku pergi ke sebuah tempat yang agak tinggi untuk memantau terjadinya peperangan nanti. _ setelah sampai ditempat yang diinginkannya. Zizi melakukan ‘check sound’ dengan alat komunikasi yang digunakan kelompok basang. _ zizi tidak ingin ada kesalahan malam ini, jadi dia memastikan seluruh kesiapan sudah maksimal. Bahkan seluruh anggota diminta untuk kembali memeriksa persenjataan masing-masing. _ setelahnya zizi berkata “jika malam ini kalian merasa malu, karena dipimpin oleh seorang bocah yang masih sekolah, Kalian benar. _ namun jika kalian tidak menuruti perintahku malam ini, kalian akan lebih malu, sebab seorang bocah sepertiku akan membunuh kalian”.
Perkataan zizi tersebut, membuatku merinding. Bagaimana zizi bisa mengeluarkan sebuah kalimat yang tak pernah kudengar sebelumnya. Kalimat itu berisikan ‘spirit’ sekaligus ‘intimidasi’ kepada seluruh anggota kelompok basang saat itu.
Dari kejauhan terlihat rombongan mobil yang sedang menuju kearah pelabuhan, aku berfikir itu adalah kelompok pulsan.









