Kampar (frasametafora.com) – Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti menyidak kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar, Senin (26/05/2025). Hal ini dilakukan seusai kantor dinas tersebut menjadi sorotan masyarakat Kampar karena dinilai kurang profesional dalam menjalankan tupoksinya sebagai pemadam si jago merah.
Dalam sidaknya pada Senin pagi itu tampak Bupati dan Wakil Bupati secara langsung memeriksa kondisi armada mobil pemadam, alat pelindung diri (APD), selang air, pompa, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Ahmad Yuzar menegaskan bahwa keberadaan dan kondisi peralatan pemadam sangat krusial dalam menunjang pelayanan cepat dan efektif saat terjadi kebakaran.
“Kita tidak ingin ada keterlambatan atau kendala teknis saat petugas Damkar bertugas di lapangan. Maka dari itu, peralatan harus selalu dalam kondisi prima, dan personel siap siaga setiap saat,” tegas Bupati Kampar Ahmad Yuzar.

Sementara itu Wakil Bupati Misharti juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan meninjau ulang kebutuhan anggaran Dinas Damkar, terutama untuk pengadaan peralatan yang dinilai sudah tidak layak pakai atau kurang memadai.
“Dari hasil sidak ini, kita melihat masih ada peralatan yang perlu peremajaan. Kami akan dorong agar anggaran untuk Damkar menjadi prioritas, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Wakil Bupati Misharti.
Dalam kesempatan itu juga Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kampar Hendri Dunan menyampaikan beberapa kendala yang selama ini dihadapi, termasuk keterbatasan suku cadang armada lama dan kebutuhan akan pelatihan rutin bagi petugas.
Dari informasi yang berhasil dirangkum awak media, sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel serta kelayakan dan ketersediaan peralatan pemadam kebakaran di wilayah Kabupaten Kampar.
Diakhir Bupati dan Wakil Bupati menutup sidak dengan pesan agar seluruh personel Damkar tetap menjaga semangat kerja dan disiplin, serta menjadikan tugas sebuah kehormatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.









