KAMPAR (frasametafora.com) — AGPAII Kampar beserta rombongan menyambangi kediaman Wakil Ketua II DPRD Kampar. Hal tersebut bemaksud untuk mencari solusi terkait kuota PPG guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Kampar yang sangat terbatas. Imam Farih selaku Sekretaris Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Kampar setelah di konfirmasi pihak frasametafora.com membenarkan pertemuan tersebut. “Ya pertemuan tersebut berlangsung pada hari senin siang tanggal 10 Juli 2023 di kediaman bapak Repol.” jelas Imam Farih.
Imam Farih menambahkan bahwa turut hadir dalam pertemuan tersebut Plh. Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kanwil Kemenag Riau, M. Ridwan, S.Hi, MH, Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Kampar, Drs. M. Yamin, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau, Dr. H. Kadar, M.Ag, selaku pihak Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Suska Riau, (penyelenggara PPG yang ditunjuk oleh pusat).
Imam Farih juga menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Kasi PAIS Kemenag Kampar menyampaikan beberapa hal terkait dengan guru Pendidikan Agama Islam saat ini yang masih dalam tahap antrian untuk mengikuti PPG Daljab tersebut.
“Guru PAI yang layak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) cukup banyak. Saat ini tercatat ada sekitar 109 Guru PAI di Kabupaten Kampar yang siap mengikuti PPG. Namun, kuota PPG yang terbatas menjadikan antrian panjang.” terang Kasi PAIS Kemenag Kampar, M. Yamin.

M. Yamin pun menambahkan bahwa pada tahun 2024 perlu diadakan penambahan kuota PPG Daljab agar sertifikasi bagi guru PAI lebih cepat terselesaikan.
“Berdasarkan data yang kami kumpulkan, saat ini masih ada 729 guru PAI yang belum sertifikasi. 109 guru PAI berhasil lulus Pretest dan mengantri untuk PPG. Kuota yang disediakan pada tahun ini sebanyak 7 orang saja. Sementara guru PAI yang lulus Pretest itu tiap tahunnya bertambah. Jika kuota PPG nya hanya 7 orang saja, maka kapan akan selesainya. Sementara ada guru PAI itu yang 2 tahun lagi memasuki masa pensiun. Maka perlu adanya penambahan kuota PPG untuk guru PAI agar target penyelesaian sertifikasi guru tidak akan membutuhkan waktu yang sangat lama,” ujar M. Yamin dalam pertemuan di kediaman Wakil Ketua II DPRD Kampar, Repol, M.IP, Senin (10/07/2023).
Imam Farih menjelaskan bahwa pertemuan tersebut mendapat respon positif dari Wakil Ketua II DPRD Kampar, Repol, M.IP. Menurut Repol, perlu adanya penambahan kuota PPG untuk Guru PAI ini agar segera terselesaikan. “Kita akan anggarkan ini namun dalam waktu dekat ini agendakan juga pertemuan dengan Kabid Ketenagaan Disdikpora Kampar agar penganggaran ini bisa terealisasi nantinya” ujar Repol kepada Imam Farih beserta rombongan yang hadir pada saat itu.
Imam Farih pun berencana akan mengadakan pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar untuk membahas hal tersebut dalam waktu dekat.
Selain itu Imam Farih menyatakan bahwa guru PAI yang sedang dalam antrian ini bila tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah dalam penganggaran pembiayaan PPG nya maka akan menunggu sampai 15 tahun lebih, padahal mereka adalah guru yang mengajar pada sekolah-sekolah di bawah binaan dikpora, artinya mereka bukanlah guru yang diangkat oleh kemenag tetapi oleh dinas dikpora.
Penulis: Ari Dermawan










