Masa Depan (Bagian VI)
Setalah melalui seluruh tes yang diberikan, kami semua dinyatakan lulus. Hari ini merupakan hari penobatan kami menjadi Polisi Republik Donesivia. Beberapa lulusan terbaik dari Taruna dan Taruni diminta naik keatas panggung, sebagai perwakilan pemasangan pangkat Inspektur Dua (IPDA) POLREVIA.
Para orang tua/wali yang hadir terlihat sangat bahagia pada hari ini, terutama bagi Kakek Zizi. _ Karena Zizi berhasil mendapatkan gelar ‘Adhi makayasa’ (penghargaan tahunan untuk lulusan terbaik). Penghargaan yang didapatkan Zizi bukan sekedar ‘Adhi makayasa’ untuk tahun ini, akan tetapi untuk sepanjang sejarah berdirinya AKPOL Donesivia. Zizi merupakan lulusan terbaik yang pernah ada, dia berhasil mengalahkan rekor-rekor yang pernah dibuat oleh para senior kami sebelumnya. Bahkan Kepala Kepolisian Republik Donesivia (KAPOLREVIA) yang saat itu hadir langsung, menyatakan “sepertinya rekor ini tak akan pernah terpecahkan lagi. Karena nilai yang didapatkan oleh anak bangsa satu ini, sangat membanggakan dan sungguh fenomenal. Selamat kepada anak kami Azizi Azzahra!!!”. Setelah mengatakan hal itu, seisi gedung bergemuruh oleh tepuk tangan untuk sang putri.

Zizi pun diberikan kesempatan untuk berpidato mewakili kami semua, sekaligus untuk dirinya yang berhasil menjadi ‘Adhi makayasa’. _ dalam pidatonya Zizi lebih banyak bercerita tentang keadilan.
Pada kesempatan itu juga, Zizi membuat suasana menjadi haru hingga membuat dirinya dan semua orang yang berada di dalam gedung meneteskan air mata dengan menceritakan dirinya tak lagi memiliki orang tua, namun apa yang telah diraihnya hingga saat ini, tak lepas dari peran kedua orang tuanya pada masa lalu. _ Kemudian Zizi sangat menyanjung kakeknya yang telah berkorban segalanya untuk kesuksesan dirinya, dan tidak lupa ucapan terimakasih kepada adiknya yang selama ini telah bersedia menjadi sahabat sekaligus rival bagi dirinya agar dapat menjadi lebih baik lagi.
Pada akhir-akhir kesempatan, Zizi mengatakan “ada satu orang lagi yang telah sangat berjasa besar padaku. Dia bagaikan matahari bagiku, karena kekuatan gravitasinya membuat aku dapat mengorbit dengan sempurna di alam semesta yang dipenuhi oleh meteor-meteor kecil maupun besar yang bisa menghantam aku kapan saja. _ terimakasih banyak untuk Tomy Akram Rafasya”. Setelah mengatakan hal itu, seluruh Taruna dan tamu yang mengenalku mengarahkan pandangannya mereka kearahku. Lalu Zizi pun mulai bertepuk tangan untukku yang langsung disambut tepuk tangan oleh para tamu.
Setelah gemuruh tepuk tangan perlahan mulai meredam, Zizi kembali berorasi dengan penuh semangat dan suara yang lantang. “Untuk menegakkan keadilan di negeri ini, bukanlah tugas mudah. Akan tetapi, jika pun peluru harus bersarang didadaku. Aku takkan gentar sedikitpun, dan akan terus maju demi memperjuangkan apa yang disebut dengan KEADILAN!!!”. Zizi meneriakkkan kalimat tersebut tepat sebelum dia menutup pidatonya. Kemudian semua orang berdiri dari tempat duduknya dan memberikan tepuk tangan penghormatan yang tinggi kepada Azizi Azzahra.
Dia memang luar biasa, aku dibuat tak pernah berhenti untuk mengagumi dirinya. _ pria mana yang tak ingin mendapatkannya?. Seandainya dia membuat perlombaan bertarung hingga mati untuk mendapatkan cintanya, aku fikir semua Taruna yang ada disini akan mengikuti perlombaan tersebut.
Hari itu tanggal 10 Mei, dinobatkan oleh seluruh para Taruna sebagai ‘Hari Azizi Azzahra’. _ setelah seremonial selesai, kami semua dilepas dan dipersilahkan kembali ke keluarga masing-masing sekaligus mempersiapkan diri untuk menjadi abdi negara yang baru.
Aku tak bisa membayangkan seperti apa nantinya Zizi menjadi seorang Aparatur Penegak Hukum. Karena dia seseorang yang dibesarkan dilingkungan yang sangat bertolak belakang dengan profesi yang akan dia jalaninya. _ walau Claw Wolves bukan lagi kelompok yang melakukan bisnis kotor, akan tetapi tidak menutup kemungkinan Claw Wolves akan berhadapan dengan para penegak Hukum suatu saat nanti. Jika itu terjadi, bagaimana sikap Zizi dalam menghadapi polemik yang harus membuatnya menentukan pilihan. Sedangkan aku tau Claw Wolves merupakan bagian dari perjalanan hidup seorang Azizi Azzahra.
*Tamat*
(Bersambung…… “Aksioma”)









